Kamis, 01 Februari 2018

Puisi Tema: Negara

SELEPAS HUJAN
Karya: Diki Ramadhan

Debu-debu sisa hujan semalam
Terinjak oleh kaki-kaki jalang
Bersama lambiu ia mencumbu
Memeluk aspal hingga tulang belulang terangsang

Khatulistiwa seeakan kian memerah
Sebab, tangan-tangan yang menjamah
Aku, berdiri di negeri sendiri
Hanya bisa merintih

Tuan; Dulu bumi ini bagai tiara
Di puja-puja
Namun, kenapa
Sekarang ia engkau hina-hina

Nyonya; Apakah dikau buta
Lihat mereka
Anak-anak pinggir lampu
Membawa ukulele juga gitar-gitarnya

Tiada ramalan selepas hujan
Asing di bangsa sendiri
Sembunyi
Meringis pedih

Talang Balai, 30 Januari 2018

Jumat, 08 Desember 2017

Puisi Desa

CERITA TENTANG DESAKU
Karya: Diki Ramadhan

Semilir angin bicara
Disini aku bermain
Bersama lautan, ombak, juga arus sungai batang hari
Berenang bersama anak-anak penuh ingus

Kapal
Perahu
Melintas membawa ikan hasil nelayan
Inilah desaku; Tuan

Siapa berani menyelam 
Sampai risan jenang
Yakinlah bukan sebuah khayalan
Sebab, desaku dan semilir angin waktu itu adalah aku dan rindu

Talang Balai, 4-12-2017

Jumat, 11 Agustus 2017

Puisi Menunggu Senja

MENUNGGU SENJA
Karya: Diki Ramadhan

Sembari ku menunggu senja
Sesekali aku merasa senang
Selaksa nirwana dalam pelupuk matamu
Kujadikan ia sebagai pelita hidupku

Talang Balai, 8 Agustus 2017

Sabtu, 05 Agustus 2017

Puisi Tema Trauma

DERITA DI ATAS TRAUMA
Karya: Diki Ramadhan

Trauma menerpa jiwa
Ibarat kata,hilang tanpa arah
Aku bersendu di atas derita
Tatkala ku terima trauma

Ribuan kalinya
Jiwa ini di terpa trauma
Hatipum bertanya-nya
Apa yang membuat jiwa hilang tanpa arah?

Tersebutlah alasannya
Aku tersakiti ribuan kali
Hingga aku tak sanggup lagi
Tuk menerima derita di atas trauma ini

Talang Balai, 5 Agustus 2017

Senin, 31 Juli 2017

Puisi Tema "Musik"

MUSIK
Karya: Diki Ramadhan

Kunci-kunci gitar bermelodi indah
Meredam rasa gundah gulana
Tuts-tuts piano bermelodi jua
Menghasilkan suara yang indah

Musik itu seperti evokasi
Eufoni musik bersatu
Menghasilkan melodi lagu
Syair yang dinyanyikan itulah musik

Hati ini gundah gulana,Jiwa ku sepi dan senja
Di kala itu musik bak penghibur hati
Anganku melayang
Di kala musik hilang

Hati ini merasa hampa di kala musik tiada
Jiwa ini halu tatkala musik ku rapuh
Raga ini gila di kala musik ku runtuh
Pada saat itu musik klasik kumainkan juga

Talang Balai, 17 Juli 2017