SELEPAS HUJAN
Karya: Diki Ramadhan
Debu-debu sisa hujan semalam
Terinjak oleh kaki-kaki jalang
Bersama lambiu ia mencumbu
Memeluk aspal hingga tulang belulang terangsang
Khatulistiwa seeakan kian memerah
Sebab, tangan-tangan yang menjamah
Aku, berdiri di negeri sendiri
Hanya bisa merintih
Tuan; Dulu bumi ini bagai tiara
Di puja-puja
Namun, kenapa
Sekarang ia engkau hina-hina
Nyonya; Apakah dikau buta
Lihat mereka
Anak-anak pinggir lampu
Membawa ukulele juga gitar-gitarnya
Tiada ramalan selepas hujan
Asing di bangsa sendiri
Sembunyi
Meringis pedih
Talang Balai, 30 Januari 2018
Kumpulan Puisi
Kamis, 01 Februari 2018
Sabtu, 23 Desember 2017
Jumat, 08 Desember 2017
Puisi Desa
CERITA TENTANG DESAKU
Karya: Diki Ramadhan
Semilir angin bicara
Disini aku bermain
Bersama lautan, ombak, juga arus sungai batang hari
Berenang bersama anak-anak penuh ingus
Kapal
Perahu
Melintas membawa ikan hasil nelayan
Inilah desaku; Tuan
Siapa berani menyelam
Sampai risan jenang
Yakinlah bukan sebuah khayalan
Sebab, desaku dan semilir angin waktu itu adalah aku dan rindu
Talang Balai, 4-12-2017
Karya: Diki Ramadhan
Semilir angin bicara
Disini aku bermain
Bersama lautan, ombak, juga arus sungai batang hari
Berenang bersama anak-anak penuh ingus
Kapal
Perahu
Melintas membawa ikan hasil nelayan
Inilah desaku; Tuan
Siapa berani menyelam
Sampai risan jenang
Yakinlah bukan sebuah khayalan
Sebab, desaku dan semilir angin waktu itu adalah aku dan rindu
Talang Balai, 4-12-2017
Selasa, 22 Agustus 2017
Jumat, 11 Agustus 2017
Puisi Menunggu Senja
MENUNGGU SENJA
Karya: Diki Ramadhan
Sembari ku menunggu senja
Sesekali aku merasa senang
Selaksa nirwana dalam pelupuk matamu
Kujadikan ia sebagai pelita hidupku
Talang Balai, 8 Agustus 2017
Karya: Diki Ramadhan
Sembari ku menunggu senja
Sesekali aku merasa senang
Selaksa nirwana dalam pelupuk matamu
Kujadikan ia sebagai pelita hidupku
Talang Balai, 8 Agustus 2017
Sabtu, 05 Agustus 2017
Puisi Tema Trauma
DERITA DI ATAS TRAUMA
Karya: Diki Ramadhan
Trauma menerpa jiwa
Ibarat kata,hilang tanpa arah
Aku bersendu di atas derita
Tatkala ku terima trauma
Ribuan kalinya
Jiwa ini di terpa trauma
Hatipum bertanya-nya
Apa yang membuat jiwa hilang tanpa arah?
Tersebutlah alasannya
Aku tersakiti ribuan kali
Hingga aku tak sanggup lagi
Tuk menerima derita di atas trauma ini
Talang Balai, 5 Agustus 2017
Karya: Diki Ramadhan
Trauma menerpa jiwa
Ibarat kata,hilang tanpa arah
Aku bersendu di atas derita
Tatkala ku terima trauma
Ribuan kalinya
Jiwa ini di terpa trauma
Hatipum bertanya-nya
Apa yang membuat jiwa hilang tanpa arah?
Tersebutlah alasannya
Aku tersakiti ribuan kali
Hingga aku tak sanggup lagi
Tuk menerima derita di atas trauma ini
Talang Balai, 5 Agustus 2017
Senin, 31 Juli 2017
Puisi Tema "Musik"
MUSIK
Karya: Diki Ramadhan
Kunci-kunci gitar bermelodi indah
Meredam rasa gundah gulana
Tuts-tuts piano bermelodi jua
Menghasilkan suara yang indah
Musik itu seperti evokasi
Eufoni musik bersatu
Menghasilkan melodi lagu
Syair yang dinyanyikan itulah musik
Hati ini gundah gulana,Jiwa ku sepi dan senja
Di kala itu musik bak penghibur hati
Anganku melayang
Di kala musik hilang
Hati ini merasa hampa di kala musik tiada
Jiwa ini halu tatkala musik ku rapuh
Raga ini gila di kala musik ku runtuh
Pada saat itu musik klasik kumainkan juga
Talang Balai, 17 Juli 2017
Karya: Diki Ramadhan
Kunci-kunci gitar bermelodi indah
Meredam rasa gundah gulana
Tuts-tuts piano bermelodi jua
Menghasilkan suara yang indah
Musik itu seperti evokasi
Eufoni musik bersatu
Menghasilkan melodi lagu
Syair yang dinyanyikan itulah musik
Hati ini gundah gulana,Jiwa ku sepi dan senja
Di kala itu musik bak penghibur hati
Anganku melayang
Di kala musik hilang
Hati ini merasa hampa di kala musik tiada
Jiwa ini halu tatkala musik ku rapuh
Raga ini gila di kala musik ku runtuh
Pada saat itu musik klasik kumainkan juga
Talang Balai, 17 Juli 2017
Langganan:
Komentar (Atom)
