SELEPAS HUJAN
Karya: Diki Ramadhan
Debu-debu sisa hujan semalam
Terinjak oleh kaki-kaki jalang
Bersama lambiu ia mencumbu
Memeluk aspal hingga tulang belulang terangsang
Khatulistiwa seeakan kian memerah
Sebab, tangan-tangan yang menjamah
Aku, berdiri di negeri sendiri
Hanya bisa merintih
Tuan; Dulu bumi ini bagai tiara
Di puja-puja
Namun, kenapa
Sekarang ia engkau hina-hina
Nyonya; Apakah dikau buta
Lihat mereka
Anak-anak pinggir lampu
Membawa ukulele juga gitar-gitarnya
Tiada ramalan selepas hujan
Asing di bangsa sendiri
Sembunyi
Meringis pedih
Talang Balai, 30 Januari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar