Senin, 31 Juli 2017

Puisi Tema "Musik"

MUSIK
Karya: Diki Ramadhan

Kunci-kunci gitar bermelodi indah
Meredam rasa gundah gulana
Tuts-tuts piano bermelodi jua
Menghasilkan suara yang indah

Musik itu seperti evokasi
Eufoni musik bersatu
Menghasilkan melodi lagu
Syair yang dinyanyikan itulah musik

Hati ini gundah gulana,Jiwa ku sepi dan senja
Di kala itu musik bak penghibur hati
Anganku melayang
Di kala musik hilang

Hati ini merasa hampa di kala musik tiada
Jiwa ini halu tatkala musik ku rapuh
Raga ini gila di kala musik ku runtuh
Pada saat itu musik klasik kumainkan juga

Talang Balai, 17 Juli 2017

Puisi Cinta "AKROSTIK"

I LOVE YOU
Karya: Diki Ramadhan

Ikrar suci yang terucap

Laksana embun di pagi hari
Omongannya mengucap suci
Valentine yang sebenarnya ia rasakan
Egonya seakan penuh dengan harapan

Yuwana dirinya bak nirwana
Ooohh,,alangkah indah dirinya
Ucapan hati,aku cinta dirinya

Talang Balai, 28 Juli 2017

Minggu, 30 Juli 2017

Puisi Cinta

SINDIRAN HATI
Karya: Diki Ramadhan

Langit cintaku seakan runtuh
Dikala bidadariku sedang jatuh
Ingin kupeluk raganya
Dan mengharap cintanya

Maafkan aku
Ku tak sadar bahwa kau cinta aku
Dikala itu hati ini bersedih
Dan awanpun menjadi saksi

Talang Balai, 24 Juli 2017

Puisi tema Penggemar Rahasia

TERSIMPAN RAHASIA
Karya: Diki Ramadhan

Gugur daun di dada bumi
Kelam kian memanggil malam hari
Namun ia kekal dalam hati

Dirimu tak pernah tau asa sanubari hati ini
Meronta tanpa bisa berkata

Hati ini merasa hampa
Jika kuingat wajahmu yang manja

Maafkanlah hati ini
Tak bisa mengungkapkan padamu
Bahwa diriku penggemar rahasiamu

Talang Balai, 4 Juli 2017

Puisi "AKAR"

AKAR
Karya: wnt_tyas

Aku terinjak
Aku tahan isak
Aku tak berontak

Aku bagai akar
Menjalar tak berikrar
Demi;menopang tubuhmu
Agar tak runtuh

Bawah tanah, 8 Januari 2015

Sabtu, 29 Juli 2017

Sekilas kota Palembang

PALEMBANG(KOTA IDAMAN)
Karya: Diki Ramadhan

Gemerlap malam,
Menutupi kota wong kito
Perlahan,
Kaki ini menapak di ampera
Sesekali ku lihat sungai musi

Kaki ini pergi ke hulu
Mencari pasar cinde yang terkenal itu
Tangan ini pergi ke hilir
Mencari pempek dan cukonya yang terkenal itu

Tubuh ku sandarkan pada tembok benteng kuto besak
Kaki ini menanjak anak tangga
Yang berada di pulau kemaro

Terbesit di hatiku
Palembang kota idamanku
Dimana,jingga disana
Seperti jembatan ampera

Talang Balai, 30 Juli 2017

Potret kota Yogyakarta

SECARIK RINDU DI JANTUNG YOGYAKARTA
Karya: wnt_tyas

Senja menuntun menapaki jejak Hadiningrat
nampak asri, pada kerling lampu kota
di sudut Malioboro, lindap berbincang
dengan riuh ramainya petang.

Yogya, aku jatuh hati padamu setelah
kau suguhkan angkringan, gudeg, juga Sayidan
pada pesta perjamuan temu kita.

Ada angklung diam membisu, di lampu merah
ada resah menyalang pasrah
ada engkau, juga aku pada lirik lagu yang berjudul biru.

Maka—

sebelum hilang punggungku dari pandangmu,
izinkan kepadaku untuk menitipkan secarik rindu
pada epitaf yang kusebut jantung
lalu, menamaimu sebagai rindu paling kecup.

Selamat tinggal, Yogya-- lambaiku untuk kembali
menjemput debar yang menggebu.

Gunungkidul, 6 Juni 2017.

Puisi akrostik

NAFA ERWANDA
Karya: Diki Ramadhan

Niat tulus tuk banggakan orang tua
Asa itu menjadi motivasi baginya
Fajar yang menyelimuti perjuangannya
Akankah di raih olehnya

Elok pandangan,besar impian
Raut wajahnya bak kobaran si jago merah
Angannya tuk banggakan pelita hidupnya
Nirwana dalam semangat hidupnya
Daksanya bak aliran air
Alangkah besar cita-citanya,yaitu banggakan keluarga

Talang Balai, 29 Juli 2017

Puisi Perpisahan untuk Guru

PATRIOT PEMBAWA ILMU
Karya: Diki Ramadhan

Dalam serpihan kapur
Terbawa lamunan nan jauh ke sukma
Jauh ku arungi arti dari sebuah perpisahan dalam butiran doa

Denyut nadi ini tak bisa berhenti
Mengingat guru bagai patriot sejati

Coretan-coretan kapur,
Memberikan kami sebuah ilmu

Guru,
Hati ini akan mengingatmu sampai hari tuamu

Selamat berpisah guru
Perpisahan ini bukanlah akhir
Melainkan sebuah awal
Awal untuk kami membuka lembaran baru

Terima kasih guru
Semoga waktu berkenan mempertemukan kita kembali

Talang Balai, 3 Juli 2017

Puisi Rindu

RINDU IBU
Karya: Diki Ramadhan

Di tanah seberang aku bertandang
Menerawang jauh ke kampung halaman
Ada secarik kerinduan tertinggal
Pada sebuah gubuk sederhana aku bermuasal

Malam-malam bisu ku jadikan teman
Ketika aku berada di perantauan
Angan melayang,jiwa tak tenang
Teringat akan sosok ibu tersayang

Aku seperti berlayar diatas lautan
Terombang-ambing tanpa tujuan
Melawan riuh gelombang kerinduan
Menerjang kelu sebab kesendirian

Ibu,aku ingin pulang
Mencium punggung tanganmu
Memeluk erat-erat tubuhmu
Bermanja curahkan segala rindu
Sampai aku lelap

Puisi Nasehat

NERAKA SETARA MATA
Karya: Diki Ramadhan

Ku lihat mereka
Terlihat telanjang
Sesekali menderang
Menahan kelu sebab kelengahan

Rasa panas membakar jiwa
Tatkala kulihat mereka
Mereka yang berada di atas angan-angan kerugian
Neraka yang mereka lihat bak setetes air di atas api

Sengsara
Kulihat kesengsaraan di wajah pendosa
Hati ini menangis,Jiwa ini bersedih
Raga berkata,Terlambatlah dirimu
Neraka berada di matamu

Talang Balai, 21 Juli 2017

Puisi untuk sahabat

LURUH PANDANGNYA
Karya: Diki Ramadhan

Keikhlasan menjelma di hatinya
Kesabaran yang ia lakukan
Kegigihan tiada habisnya,Dalam hidupnya
Bak nirwana dalam cahaya

Dirinya bak busur arjuna
Melepaskan anak panah ke ufuk timur sana

Hatinya bak gada milik bima
Menggetarkan hati penggemarnya

Jiwanya seperti tombak yudhistira
Penghibur hati duka lara

Raganya bak pedang nakula
Pembasmi segala luka

Tubuhnya seperti kapak sadewa
Menyembuhkan segala luka sukma

Talang Balai, 23 Juli 2017

Puisi Akrostik Merah Putih

MERAH PUTIH
Karya: Diki Ramadhan

Mentari terbit di gelap malam
Elok warnanya menggetarkan kegelapan
Rindu kasih akan kemenangan
Angan berkembang di kala hujan datang
Hujan,terima kasih kau hapuskan penjajahan

Pada saat itu asa akan kemerdekaan sedang berkobar
Untuk sang merah putih
Teruslah berkibar
Ikrar ini kan ku sampaikan pada rembulan
Hingga kau tenggelam pada pelukan awan

Talang Balai, 28 Juli 2017