Sabtu, 29 Juli 2017

Potret kota Yogyakarta

SECARIK RINDU DI JANTUNG YOGYAKARTA
Karya: wnt_tyas

Senja menuntun menapaki jejak Hadiningrat
nampak asri, pada kerling lampu kota
di sudut Malioboro, lindap berbincang
dengan riuh ramainya petang.

Yogya, aku jatuh hati padamu setelah
kau suguhkan angkringan, gudeg, juga Sayidan
pada pesta perjamuan temu kita.

Ada angklung diam membisu, di lampu merah
ada resah menyalang pasrah
ada engkau, juga aku pada lirik lagu yang berjudul biru.

Maka—

sebelum hilang punggungku dari pandangmu,
izinkan kepadaku untuk menitipkan secarik rindu
pada epitaf yang kusebut jantung
lalu, menamaimu sebagai rindu paling kecup.

Selamat tinggal, Yogya-- lambaiku untuk kembali
menjemput debar yang menggebu.

Gunungkidul, 6 Juni 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar